Kenali 7 Bahaya Multitasking Yang Harus Anda Ketahui

  
      Apakah Anda bagian dari multitasking?
Itu sudah dijawab sudah pasti, dijaman moderen ini semakin canggihnya tekhnologi semua orang melakukan setiap pekerjaannya dengan melipatkan ganda dari otak mereka berfikir dan tangan mereka praktek dalam pekerjaannya. Banyak dari penelitian telah menunjukan bahaya kadang fatal dalam menggunakan ponsel dan perangkat elektronik lainnya saat mengemudi, misalnya dan beberapa negara sekarang telah membentuk yang tertentu multitasking ilegal. Peringatan tentang gangguan kerja menelurkan oleh budaya multitasking sedang meningkat. Pada tahun 2005, BBC melaporkan pada studi penelitian, yang di danai oleh Hewlett Packard dan di lakukan oleh institute of Psyhiatry di universitas london yang menemukan, "Pekerja terganggu oleh E-mail dan gangguan nelepon mengalami penderita penurunan IQ lebih dari dua dari kali yang di temukan rokok ganja". Para psikolog yang memimpin menyebut ini baru "Informania" ancaman serius terhadap produktifitas kerja.

      Hal ini juga yang membuat multitasking strategi jangka panjang yang buruk untuk belajar. Beberpa penelitian telah menunjukan bahwa multitasking "Pilihan repon bottleneck"  yang terjadi ketika otak kita dipaksa untuk menanggapi beberapa rangsangan sekaligus. Akibatnya, tugas switching mengarah kewaktu yang hilang sebagai otak melakukan untuk bertugas. Penelitian lain juga menemukan bahwa multitasking kontribusi terhadap pelepasan hormon stres dan adrenalin, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang jika tidak dikendalikan, dan berkontribusi terhadap hilangnya memori jangka pendek. Multitasking mempengaruhi bagaimana Anda belajar. Bahkan jika Anda belajar sambil multitasking, pembelajaran yang kurang fleksibel dan lebih khusus, sehingga Anda tidak bisa mengambil informasi dengan mudah. Memang orang yang melakukan multitasking merasa bahwa mereka telah melakukan banyak hal, tetapi sebenarnya mereka sedang menjatuhkan produktivitasnya sendiri.
     Studi menunjukan dari para peneliti menunjukan hanya 2% yang berhasil multitasking dengan efektif. dan yang sisanya 98%, multitasking justru membahayakan bagi mereka yang melakukan multitasking. Rata-rata pekerja yang menggunakan tekhnologi komputer dalam bekerja, akan kehilangan fokus 10,5 menit setiap harinya di karenakan banyak hal yang dilakukan diluar kerja, mereka selalu membuka hal-hal diluar kerja seperti buka facebook, E-mail, panggilan telepon, buka pesan HP dan lain sebagainya. Begitu juga dengan para pelajar, yang membuka laptop saat pelajaran membuka situs-situs yang tidak berkaitan dengan materi yang sedang di kerjakan dan rata-rata, mereka membuka 65 screen windows dalam satu kuliah. Dan bahkan ketika mereka bersantaipun multitasking sangat memancing contoh, ketika Anda sedang menonton TV Anda lebih sering melakukan multitasking dengan melakukan hal: 42% browsing internet, 29% bicara ditelepon, 26%texting. Kebanyakan seseorang yang melakukan hal multitasking adalah semartfone, bahkan akan selalu melakukan pengecekan smartfone ketika 67% ketika kencan, 45% ketika nonton film, dan yang harus Anda ketahui bahwa melakukan hal seperti itu akan menurunkan kualitas produktifitas hingga 40% dan itu di artikan menurunkan IQ 10, sudah saya jelaskan diatas bawha studi menunjukan ketika mereka bekerja dan terganggu oleh HP akan menurunkan IQ hingga 10 poin, setara dengan kehilangan waktu tidur dan dua kali efek dari marijuana, 2,1 jam sehari rata-rata pekerja mendapat gangguan selama 2 jam dalam sehari dan artinya setahun kehilangan 546 jam.

Dan jika Anda pelajar hindari hal multitasking nanti pasti nilai akan jelek alias merah, dan multitasking ketika berkendara, akan melambatkan respon berkendara. Konsentrasi dalam satu hal dalam bekerja membuat pekerjaan efektif dan menghindari pelemahan otak.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kenali 7 Bahaya Multitasking Yang Harus Anda Ketahui"

Post a Comment

Silahkan Komentar dengan baik dan sopan..