inilah penampakan ramadan 1437 H


Penampakan ramadan mungkin seringkali terjadi perdebatan antara muslim yang beda pendapat untuk menentukan suatu tanggal jatuhnya ramadan. Mungkin ini sulit, tapi biasanya kita hanya mengikuti pemerintah pada tagal berapa ramadan jatuh untuk di mulai awal berpuasa.
Kita lihat di kalender terlebih dahulu. Kalender islam adalah lunar berbasis, dengan setiap bulan bertepatan dengan fase bulan dan berlangsung baik 29 atau 30 hari. Secara tradisional, salah satu menandai awal dari sebuah bulan islam dengan melihat langit malam dan tanpak penampakan bulan sabit sedikit (hilal) yang menandai awal bulan depan. Ini adalah metode yang disebutkan dalam al-Qur'an dan diikuti oleh Nabi Muhammad.


Ketika datang ke ramadan, umat islam ingin merencanakan kedepan, meskipun menunggu sampai malam sebelumnya, untuk mengetahui apakah hari ini berikutnya adalah awal ramadan (atau idul fitri), mengharuskan seseorang untuk menuggu sampai menit akhir. Dalam cuaca atau lokasi tertentu, bahkan mustahil untuk tampak terlihat bulan sabit, memaksa orang untuk mengandalkan metode lain. Kemudian debat dimulai, sekitar pertanyaan-pertanyaan ini:

      Bagaimana jika orang dalam satu area mata bulan, tetapi mereka di daerah lain tidak? Apakah baik-baik saja bagi mereka untuk memulai dan mengakhiri puasa pada hari yang berbeda?

Haruskah kita mengikuti penampakan bulan di arab saudi (atau area lainnya didunia), atau kami harus siaga diri kita sendiri dalam komunitas lokal kami?
Bagaimana jika lokasi kita sedang mendung dan berawan, dan bulan tidak terlihat oleh kita?
      Mengapa kita repot-repot cari bula, ketika kita astronomis dapat menghitung saat bulan baru lahir, sehingga ketika bulan sabit akan terlihat? Yang menghilangkan  kesalahan manusia bukan?

Meskipun pertanyaan-pertanyaan ini muncul setiap bulan islam perdebatan mengambil lebih urgensi dan signifikansi ketika tiba saatnya untuk menghitung awal dan akhir bulan ramadan. Kadang-kadang dalam satu komunitas atau bahkan keluarga, orang memiliki berbagai perasaan tentang semua itu. Begitu juga dengan Anda itu pasti.

Selama bertahun-tahun, berbagai sarjana dan masyarakat telah menjawab pertanyaan ini dengan cara yang berbeda, masing-masing dengan dukungan untuk posisi mereka.
Pendapat yang berlaku pertama  adalah bahwa orang harus berkomitmen untuk bulan penampakan lokal, yaitu mulai dan berakhir ramadan berdasarkan penampakan bulan disekitar tempat area. Perhitungan astronomi dapat membantu kita memprediksi kapan bulan harus terlihat, tetapi banyak muslim  masih banyak suka mengikuti metode tradisional dalam memandang langit diri secara fisik "sight" bulan.
Pendapat lain yang berlaku adalah bahwa dengan tekhnologi yang kami miliki, salah satu harus menghitung saat bulan baru akan lahir, dan mendasarkan kalender itu. keuntungannya adalah bahwa fase lunar dapat diukur cukup tepat, sehingga lebih mudah untuk merencanakan kedepan dan memastikan tidak ada kesalahan. Namun banyak orang merasa bahwa metode ini benar-benar mengabaikan kata-kata dari al-Qur'an dan lebih seribu tahun tradisi.

Ramadan adalah puasa, refleksi, pengabdian, kemurahan hati dan pengorbanan di amati oleh umat islam di seluruh dunia. Sementara libur besar dari agama lain telah sebagian besar menjadi acara komersial, Ramadan tetap makna spiritual yang intens.
Kata "Ramadan" berasal dari akar kata bahasa arab untuk "Haus kering" dan "Tanah yang terbakar matahari". Ini adalah ekspresi dari rasa lapar dan haus dirasakan oleh orang-orang yang menghabiskan bulan puasa. Sebagai lawan libur lainnya, ketika orang sering memanjakan, Ramadan adalah denga sifat waktu pengorbanan.
     Melalui puasa, seorang muslim merasakan kelaparan dan kehausan, dan bersimpati dengan orang-orang didunia memiliki sedikit untuk makan setiap hari.
Melalui peningkatan pengabdian, muslim lebih dekat dengan pencipta mereka, dan mengakui bahwa semua yang kita miliki dalam hidup ini berkah dari-Nya.
Melalui peningkatan amal, muslim mengembangkan perasaan kemurahan hati dan baik akan terhadap orang lain. Nabi muhammad SAW telah berkata "kekayaan seorang pria tidak pernah berkurang oleh badan amal".
Melalui pengendalian diri, praktek muslim sopan santun ucapan yang baik dan kebiasaan yang baik.
Melalui perubahan rutinitas, muslim memiliki kesempatan untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat. terutama berkaitan dengan diet dan merokok.
Melalui keluarga dan masyarakat pertemuan, muslim lebih memperkuat ikatan  persodaraan, dalam komunitas itu sendiri dan tentunya diseluruh dunia umat isalam.

Ramadan adalah waktu yang sangat istimewa bagi umat islam, tapi perasaan dan pelajaran harus tinggal bersama kami sepanjang tahun. Dalam al-Qur'an muslim diperintahkan untuk berpuasa agar mereka dapat "belajar menahan diri" (Qur'an 2: 183). Menahan diri dan pengabdian terutama dirasakan selama ramadan, tapi kita semua harus berusaha untuk membuat perasaan dan sikap tinggal bersama kami selama kami "normal" hidup.
itu yang ada sebenarnya dalam nilai uji ramadan.

Untuk Ramadan  tahun 2016 ini semoga amal kita diterima Allah SWT. Mengampuni dosa-dosa kita, dan membimbing kita ke jalan yang lebih luruh dan hidayah penuh keberkahan untuk hidup yang lebih baik. Dan selalu diberikan kesehatan selama ramadan full satu bulan penuh iman yang kuat untuk lebih dekat kepada-Nya,  Aamiin.

Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga bermanfaat apa yang saya tulis di blog kesayangan saya ini yang sederhana.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "inilah penampakan ramadan 1437 H"

Post a Comment

Silahkan Komentar dengan baik dan sopan..