Proses Terjadinya Kabut Pagi


Apa kabar sahabat?
mungkin di antara kita ada yang suka mendaki gunung, pada saat pagi hari gunung memberikan kabut yang begitu dingin. Bukan hanya itu kabut juga bisa menghalangi pandangan arah mata kita untuk melihat lokasi atau tujuan kita. Lalu bagaimana kabut bisa terjadi dan terbentuk?

Pengertian kabut
kabut merupakan titik-titik air hasil kondensasi atau sublimasi dari uap air yang terapung-apung di atmosfer dekat permukaan tanah. Melalui proses uap air dalam atmosfer akan berubah wujud menjadi cair atau pada dengan cara berkondesasi menjadi titik-titik air dan kristal es. Titik-titik air dan kristal es yang berkumpul, melayang-layang di lapisan atmosfer yang tinggi disebut awan, namun disebut kabut bila melayang-layang di dekat lapisan atmosfer dekat permukaan tanah,



Untuk proses pembentukan
Untuk menghasilkan kondensasi atau sublimasi diperlukan tingkat kejenuhan udara yang tinggi, dimana kelembaban relatif mendekati atau sama dengan 100 persen kriteria yang digunakan oleh badan meteorolgi klimatologi dan geofisika adalah jika terlihat adalanya partikel-partikel mikrokopis diudara permukaan dengan jarak pandang (visibility) medator kurang dari 1 km nilai kelembaban relatif 98-100 persen. Untuk mencapai udara kejuenuhan dapat melalui beberapa proses yaitu:

1. Pendinginan peristiwa pendinginan suhu  udara yang memungkinkan untuk meningkatkan kejenuhan udara diantaranya disebeabkan karena adanya radiasi dibumi mengalami pendinginan yang berlangsung sepanjang malam sehingga lapisan udara dekat permukaan tanah akan lebih dingin dari lapisan udara diatasnya dan dalam keadaan angin yang lemah, pendinginan banyak terjadi pada lapisan udara yang tipis, maka karena lapisan diatasnya lebih panas, mengakibatkan timbulnya suatu inversi permukaan yang juga tipis.

2. Adveksi udara secara horizontal terjadi bila udara lembab bergerak diatas permukaan laut atau tanah yang lebih dingin dari suhu udara yang bergerak, maka kejenuhan udara akan naik.

3. Geraan vertikel udara akibat adanya radiasi matahari yang sangat kuat pada permukaan bumi akan mempengaruhi udara diatasnya untuk terjadinya proses konveksi. Dengan adanya kenaikan udara akan terjadi pendinginan udara secara adiabatik, sehingga menaikan kejuenuhan udara di atmosfer.

4. Penambahan uap air penguapan terjadi dari permukaan yang panas atau dari permukaan yang dingin. Jika air suhu cairan lebih tinggi dari suhu udara, maka penguapan akan berlangsung terus hingga mencapai keseimbangan sehingga tekanan uap jenuh pada suhu titik mebun (A) sama dengan tekanan uap jenuh pada suhu cair cairan (B) yang ini lebih besar dari tekanan uap jenuh pada suhu udara (C) kemudian uap air berkurang karena berkondensasi pada inti kondensasi dan kabut terbentuk bila A>B A= B < C. Pada kondensasi ini atmosfer akan ditambah oleh penguapan butir-butir hujan yang jatuh melalui udara yang dingin sehingga menghasilkan kabut.

Baca Juga: Proses Terjadinya Pelangi

Macam-mcam kabut

Kabut radiasi
Terjadi bila udara lembab bersinggungan dengan permukaan tanah yang lebih dingin akibat radiasi bumi pada malam hari, sehingga timbul inversi suhu dilapisan dekat permukaan tanah. Kedalam inversei suhu dilapisan dekat permukaan tanah. Kedalam inverse tergantung pada besarnya turblensi. Pada keadaan angin tenang (calm) percampuran turbulensi praktis sama dengan nol, dan pendingin yang sangat kuat dibawah lapisan inversi yang sangat dangkal atau hanya beberapa cm diatas permukaan tanah, mengkin hanya menghasilkan embun atau bukan embun beku. Kondisi udara pada malam hari yang sangat menguntungkan untuk terbentuknya kabut.
Angin lemah langit cerah atau sedikit berawan Rh yang relatif tinggi 80-100 persen kondisi tanah serta lingkungan basah.

Kabut Adveksi
Terjdai akibat adanya gerakan udara yang panas dan lembab keatas permukaan yang dingin. Udara akan didinginkan dari kebawah dan inverse akan menurunkan suhu udara sampai di titik embun, sehingga proses-proses kondensasi akan menghasilkan kabut. Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya kabut adveksi.

Udara yang bergerak panas dan lembab terdapat perbedaan suhu yang mencolok antara udara yang bergerak dengan permukaan sehingga terbentuk inverse di permukaan.
Kecepatan anginnya sedang (8-12 knot) agar perbedaan suhu dapat dipertahankan dan percampuran turbulensi tidak cukup kuat mengangkat kabut.

Kabut Uap 
Terjadi karena adanya penguapan yang kaut dari permukaan air panas yang bercampur kedalam udara yang lebih dingin dan akan mengakibatkan terjadinya kondensasi yang lebih cepat terhadap uap air tersebut. Selanjutnya Uap jenuh tersebut akan mengisi udara dibwah lapisan iversi sebagai uap. Karena prose ini mengakibatkan pemanasan yang kuat serta penambahan uap kondensasi dari bawah, maka inversi yang kuat harus terbentuk beberapa jauh di atas permukaan. Untuk menajaga partikel-parttikel kabut agat tidak menghambur kedalam udara yang lebih kering lagi, kabut ini seperti bentuk-bentuk awan dengan basis di air, dan sering terdapat ruangan yang cerah di bawahnya. Kecepatan angin sedang (8-12 knot) agar perbedaan suhu dapat dipertahankan dan percampuran turbulensi tidak cukup kuat mengangkat kabut.

Kabut Lereng
Terjadi jika udara lembab naik secara lambat sepanjang lereng pegunungan sehingga akan mengalami pendinginan secara adiatik. Pada ketinggian tertentu udara yang dingin tersebut akan mengkondensasi sehingga terbentuk kabut. Jika naiknya udara lembab tersebut terlalu cepat akan terjadi turbulensi konvektif, yang menyebabakan terjadinya kondensasi pada lapisan yang lebih tinggi sehingga akan terbentk awan stratus.

Kabut tekanan
Terjadi jika distiribusi tekanan suhu di atas mengalami perubahan yaitu suatu lapisan udara lembab pada permukaan mengalami penurunan tekanan barometrik, hasil pendinginan adiabatik dapat menghasilkan kondensasi. Kejadian kabut ini sering terbetuk dilembah atau basin yang berisi udara tetap.

kabut pencampuran
Terjadi jika udara lembab panas bertemu dengan udara lembab yang dingin, maka percampuran di daerah pertemuan dapat menghasilkan penjenuhan dan kondensasi. Jika percampuran ini terjadi dipermuaan tanah dapat menghasilakan mixing fog. Umumnya terjadi di daerah front antara dua massa udara maritim.

Itulah beberapa prose terjadinya kabut dan macam-macamnya yang bisa saya rangkum untuk kepentingan pendidikan, kuhsusnya bagi Anda yang sedang masih berpendidikan. Smoga bisa menjadi Andak yang pintar dan satu kebanggan bagi kedua orag tua. Aamiin

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Proses Terjadinya Kabut Pagi"

Post a Comment

Silahkan Komentar dengan baik dan sopan..