Jalan Takut Lelah, Berikut 9 Manfaat aktivitas jalan kaki


Inilah manfaat kesehatan dengan mudah dan murah meriah, sudah terbukti khasiatnya sejak jaman dulu kala.
Jalan kaki merupakan hal sering kita lakukan bagi mereka yang tidak bermalas-malasan, lupakan sejenak soal kendaraan yang membuat Anda lebih mudah memanjakan tubuh Anda hanya karena cape berjalan kaki.
Jalan kaki adalah olahraga kecil yang kita tidak sadari akan baiknya jalan kaki. Setiap saat berangkat kerja lakukan dengan jalan kaki jika memang jarak memang hanya ditempuh 15 menit itu sangat baik dibandingkan menggunakan kendaraan.



Berikut adalah manfaat jalan kaki yang perlu Anda ketahui
1. Serangan jantung
Pertama-tama tentu yang paling penting yaitu menekan risiko serangan jantung. Kita tahu otot jantung membutuhkan aliran darah deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan). agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan lancar. Berjalan kaki dengan cepat atau santai memperderas otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk tetap bisa cukup berdegup.
Bukan hanya itu, kelenturan pembulurh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada disekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung lebih rendah, perlengketan antar sel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang. Leibh dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki tergepoh-gepoh. Tidak banyak cara diluar obat  yang dapat meningkatkan kadar HDL selain hanya bergerak badan. Berjalan kaki tergepoh-gepoh tercatat mampu menurunkan resiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.

2. Stroke
Knedati manfaat berjalan kaki tergepoh-gepoh terhadap stroke pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi menunjukan hasil yang menggembirakan. Sudah terbukti sendiri oleh nenek moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki setiap hari, kasus stroke tidak banyak dibandingkan sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School Of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu risiko mereka terserang stroke menurun dua pertiga.

3. Berat badan stabil
Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, maju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi.

4. Menurunkan berat badan
Ya, selain berat badan dipertahankan stabil, mereka yang kelebihan berat badan, bisa diturunkan dengan melakukan aktivitas berjalan kaki tergepoh-gepoh itu secara rutin. Kelebihan lemak dibawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan berjalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.

5. Mencegah kencing manis
Dengan membiasakan berjalan kaki melaju sekitar 6 km perjam, waktu tempuh selama 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes tipe 2, khususnya mereka yang bertubuh gemuk. Sebagaimana mereka tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa perlu minum obat, bisa dilakukan dengan cara bergerak badan (brisk walking), obat tidak diperlukan. Itu bahwa berjalan kaki tergepoh-gepoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes.

6. Mencegah osteoporosis
Dengan bergerak badan dan berjalan kaki cepat, bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstrak kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapat matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis. Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengkonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih terbebas dari ancaman pengkroposan tulang.

7. Meredakan encok lutut
Lebih sepertiga usia lanjut di Amerika mengalami encok lutut (ostoearthiris). Dengan membiasakan diri berjalan kaki cepat atau memilih berjalan didalam kolam renang, keluhan nyeri otot bisa mereda. Untuk mereka yang mengidap sakit encok dan lutut. kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselang-seling, tidak setap hari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri. Satu hal yang perlu diingat bagi pengidap tungkai atau kaki: Jangan keliru untuk memilih sepatu olahraga. Kita tahu, denan semakin bertambahnya usia, ruang sendi semakin sempit, lapisan rawan sendi kian menipis, dan cairan ruang sendi sudah susust. Kondisi sendi yang sudah seperti itu perlu dijaga dan dilindungi agar tidak mengalami goncangan yang berat oleh beban bobot tubuh, terlebih pada orang yang gemu. Bila bantalan (sol) sepatu tidak empuk, itu ternyata sepatu gagal berperan sebagai peredam goncangan (shock absorber). Itu berarti sendi tetap mengalami beban goncangan berat selama berjalan, apabila berlari atau melompat. Hal ini yang memperburuk kondisi sendi, lalu mencetuskan serangan nyeri sendi atau menimbulkan penyakit sendi sehabis melakukan kegiatan berjalan kaki, bisa jadi lantaran keliru memilih jenis sepatu olahraga. Sepatu bermerek menentukan kualitas bantalannya, selain kesesuaian anatomi kaki. Kebiasaan berjalan kaki tanpa alas kaki, bahkan didalam rumah sekalipun, bisa memperburuk kondisi sendi-sendi tungkai dan kaki, akibat beban dan goncangan yang harus dipikul oleh sendi.

8. Depresi 
Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membentuk pasien dengan depresi. Berjalan kaki tergepoh-gepoh bsia menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin.

9. Kanker
Kanker juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus besar (Colorectal Carcinoma).
Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh bertahannya tinja lebih lama disalurkan pencernaan. Studi lain juga menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jalan Takut Lelah, Berikut 9 Manfaat aktivitas jalan kaki"

Post a Comment

Silahkan Komentar dengan baik dan sopan..