Tanda fisik depresi yang wajib Anda tahu

Merasa sedih dari waktu kewaktu adalah bagian normal kehidupan, namun mengalami depresi adalah hal yang sangat berbeda. Hal ini dapat menyebabkan gejala baik emosional maupun fisik yang bertahan dan mempengaruhi kehidupan seseorang sehari-hari.

Deperesi adalah penyakit yang umum. Sekitar 6,7 orang dewasa di Amerika serikat mengalami depresi, menurut National Institute Of Mental Health. Diseluruh dunia diperkirakan 350 juta orang dari berbagai usia menderita depresi, menurut organisasi dunia.

Orang yang mengalami depresi mengalami perasaan sedih, putus asa, kesepian, dan akan kehilangan minat pada hal-hal yang pernah ia nikmati. Semua perasaan ini dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk berfungsi dengan baik dan memiliki efek dramatis pada kualitas hidup mereka.



Sementara kebanyakan orang menyadari gejala emosional ini, gejala fisik yang terkait dengan depresi sering diabaikan karena tidak dilihat sebagai hubungan.

Untuk memahami depresi Anda juga perlu menyadari tanda-tanda fisik. Hal ini dapat membantu dalam mendapatkan diagnosis dan pengobatan tepat waktu.

Berikut adalah berbagai gejala depresi yang tidak ingin Anda harapkan.
1. Berat badan 

Depresi mempengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan dan bisa membuat Anda ingin makan lebih banyak atau kurang dari biasanya. Selain itu, masalah tidur yang terkait dengan depresi dapat menambah masalah, karena kurang tidur bisa berantakan dengan hormon kelaparan.

Dengan demikian depresi dapat menyebabkan penurunan berat badan atau penambahan berat badan.

Sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan dalam jornal Of Health Psycology melaporkan bahwa orang-orang yang depresi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan obesitas dari pada orang-orang tanpa depresi. Risiko orang-orang yang depresi untuk obesitas belakangan ini sangat tinggi untuk remaja perempuan temuan ini dihasilkan dari meninjau data dari 16 penelitian.

Jika Anda atau salah seorang disekitar Anda mengalami perubahan berat yang relatif mendadak, segeralah temui dokter untuk melihat penyebabnya. Itu kemungkinan besar gejala depresi.

2. Nyeri otot

Terkadang nyeri otot bisa jadi karena akibat depresi. Bila Anda menahan perasaan Anda didalam, mereka akhirnya keluar secara fisik dalam bentuk rasa sakit tubuh, entah itu sakit kepala atau sakit punggung, emosi yang tertekan bisa terwujud sebagai sakit fisik.

Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan di PLOS ONE menemukan bahwa pasien dengan gangguan depresi dan atau kecemasan sakit ini atau di antisipasi dan mereka yang memiliki gejala lebih parah memiliki lebih banyak penumpahan rasa sakit dan nyeri dengan sifat Cardio Respiratory dibandingkan dengan orang-orang tanpa gangguan depresi atau kecemasan.

Dalam berbagai kasus, rasa sakit juga menyebabkan depresi. Misalnya, jika Anda memiliki lebih banyak rasa sakit saat berjalan atau melakukan atau pekerjaan rumah tangga, itu bisa membuat Anda merasa rendah.

Menurut studi pada tahun 2005 yang diterbitkan di Canadian Jornal Of Psychiatry, penderita Fibromyalagia 3,4 lebih mungkin mengalami depresi berat dari pada orang tanpa Fibromyalagia.

Nyeri punggung juga umum pada orang dengan kecemasan dan mood. Hal ini terjadi karena orang depresi memiliki kebiasan membungkuk, yang menyebabkan sakit punggung.

3. Masalah perut

Ada juga hubungan yang kuat masalah pencernaan kembung, sembelit dll.

Perut sangat responsif saat keadaan mood Anda, juga sel saraf dalam pembuatan usus Anda  80 sampai 90 pesen serotonin tubuh Anda, neorotransmiter yang meningkatkan mood.

Selain itu orang yang depresi cenderung makan makan sarat gula yang merangsang peredaran otak dan menyebabkan ketidakseimbangan bakteri baik dan buruk diusus.

Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam Anals Of Gastroenterology melaporkan bahwa kecemasan dan gangguan depresi dikatikan dengan IBS (Irritable bowel sindrome)  dan kilitis olserativa. Hubungan non spesifik antara gangguan psikologis dan gastrointestinal ini juga menunjukan bahwa penyakit gastrointestinal kronis dapat mempengaruhi  prilaki psikososial.

4. Kesulitan tidur

Depresi dapat menyebabkan berbagai macam insomnia, termasuk sulit tidur dan mengantuk disiang hari.

Depresi sering disertai kekurangan energi dan rasa lelah yang luar biasa, yaitu bisa menjadi depresi yang paling melemahkan. Anehnya, sama lelah dengan perasaan Anda, depresi bisa mempengaruhi kualitas tidur Anda.

Kurangnya kualitas tidur nyenyak juga menimbulkan kegelisahan dan membuat kondisi Anda semakin buruk.

Sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan dalam dialogues in Clinical Neuroscience melaporkan bahwa gangguan tidur subjektif dan obyektif pada depresi lazim, menyusahkan dan sering kali tidak terselesaikan dengan pengobatan. Gangguan tidur menunjukan perubahan signifikan pada fungsi neurotranmitter otak, dan juga menyebabkan penurunan kualitas hidup yang signifikan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tanda fisik depresi yang wajib Anda tahu"

Post a Comment

Silahkan Komentar dengan baik dan sopan..