Inilah Yang Di Rasakan Menjadi Anak Di Tinggal Cerai Ortu


Menjadi seorang anak tentunya ingin memiliki hubungan kekeluargaan yang begitu haromonis agar merasakan sesuatu kebahagiaan yang tak ternilai dalam hidup. Keluarga adalah salah satu semangat kita terutama bagi anak untuk kedepannya, apa lagi jika sudah melihat ayah dan ibu selalu berjuang bersama.

Tapi semua berubah drastis dan menghancurkan segala daya upaya impian yang selama ini diharap-harapkan seorang anak untuk masa depan. Melampiaskan amarah yang tak terkendali membuat anak mulai membenci akan sesuatu seperti ini. Anak merasa kurang perhatian yang mendalam dan selalu disalahkan dimata kedua orang tuanya padahal hal-hal yang anak tak diduga tercipta karena mereka yang sudah merusak segalanya.

Anak tidak sesuai harapan orang tua itu akan lebih pasti, jika orang tua sudah cerai anak pun akan kekurangan perhatian dan masukan hidup bagi masa depan. Anak lebih memilih berimajinasi sendiri kedepannya tanpa memikirkan keturunan dari ayah ataupun ibu.



Namun, ada beberapa yang sering dirasakan untuk anak ditinggal cerai orang tua atau Broken Home.

1. Merasa iri
Ketika anak sudah mulai bisa bekerja sendiri atau sudah mandiri, anak biasanya cenderung memiliki sifat iri hati kepada orang lain yang begitu bahagia kumpul dengan keluarga. Menangis dalam hati sudah biasa dirasa, mungkin ini sudah takdir yang ia rasakan dan tidak mungkin untuk merasakan hal apa yang ia lihat disekitar. Apa lagi ditinggal cerai ketika usia anak dari umur beberapa bulan saja, dan sampai besar pun tidak pernah sama sekali apa itu kumpul bareng keluarga, tidak merasakan makan bareng, bercanda bareng, dijemput  sekolah, dll.
Rasa iri merupakan salah satu musuh utama bagi anak, memiliki keluarga harmonis sudah bukanlah impiannya lagi itu hanyalah sebagian mimpi yang tidak mungkin bisa diraih.

2. Melamun
Melamun adalah makanan tiap hari yang sering kali dilakukan, biasanya ia melamun seketika anak sesudah menelpon ibu atau pun ayahnya. Jika orang tua memiliki perasaan yang lebih pengertian itu masih beruntung bisa menyeimbangkan perasaan sang anak. Tapi jika sudah menyalahkan anak maka anak akan selalu melamun dan merasa serba salah apa yang sudah ia perbuat seakan tidak ada gunanya bagi mereka. Padahal orang tualah yang menciptakan suasana seperti ini terhadap anak dan keluarganya.
Ingin membenci orang tua, ingin tidak mau pulang, ingin melupakan, ingin tak perduli, tapi ini salah. Akau tercipta karena mereka adanya. Mungkin mereka terbilang berengsek, setidaknya saya masih bisa berusaha memberikan yang terbaik bagi mereka meski mereka selalu menyalahkan apa yang kuperbuat terhadapnya. Apapun akan saya lakukan bagi mereka, dinilai jelek ataupun apa dimata mereka saya tidak perduli, yang penting saya tidak dinilai anak durhaka oleh Allah.

3. Merenung
Merenung salah satu kebiasaan saya yang merasakan ditinggal cerai orang tua. Merenung ketika sendiri setelah memberikan apa yang saya punya tidak sama sekali dihargai oleh mereka. Mereka memang ingin benar sendiri tidak pernah berfikir balik apa yang sudah mereka perbuat. Dan inilah saya yang apa adanya tetapi bisa menghargai apa yang mereka sudah dilakukan untuk hidupku.

Membagi rizki atau keuangan sangat sulit untuk dibagi, terutama bagi ibu dan ayah. Saat-saat kerja banting tulang dan hasil seadanya, tapi mereka ingin lebih banyak dari apa yang saya kasih. Disitulah saya merasakan saya tidak berguna bagi mereka. Dan ini pun menjadi salah satu kebiasaan di tanggal muda setelah gajian dari kerja kerasku, membagi rizky untuk ayah dan ibu sangat sulit karena beda tempat keberadaan. Jika salah satunya saya minta untuk dibagi keuangannya di anrata mereka berdua, tetapi mereka malah tidak mau. Bukankah ini membuat sakit hati sang Anak.

4. Beban 
Semua ini menjadi beban, apa lagi sang anak sudah mula berumah tangga. Mana yang harus diutamakan? Keadaan pun sudah mulai rumit, ayah tidak ada pengertian, ibu tidak ada pengertian, dan apa yang dilakukan anak selalu di rendahkan, padahal niat anak itu baik. Pedih tidak ada henti bagi sang anak yang ingin memberikan kebahagiaan bagi orang tua, itu sudah untung sang anak masih bisa membagi waktu dan rizki meski sudah menikah.

Disini saya selalu kepikiran, badan kurus tidak mau gemuk hanya karena memikirkan mereka yang seperti itu. Harus dengan cara apa lagi saya memberikan yang terbaik bagi mereka? sulit untuk dicerna oleh otak, memberikan keadilan bagi mereka namun mereka cerai lalu bagaimana?
Dunia seakan runtuh menimpa berjuta masalah jika sudah menyangkut orang tua.

Itulah sedikit perasaan yang terpendam dalam hati karena ditinggal cerai orang tua umur 2 bulan yang saya rasakan. Bagi Anda yang merasakan hal yang sama seperti saya silahkan bisa diceritakan dikolom komentar.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah Yang Di Rasakan Menjadi Anak Di Tinggal Cerai Ortu"

Post a Comment

Silahkan Komentar dengan baik dan sopan..