Persib Persija Berduka ataus meninggalnya suporter the jak mania


Entah mengapa indonesia termasuk suporter sepak bola yang tingkahnya kaya anak SD, apakah masih pantas untuk di lepas dari pandangan orang tua? apa memang harus ada pengawasan dari orang tua? padahal mereka itu sudah besar dan masih punya hati serta fikiran tapi apa? hati mereka tidak pernah di pake, cuma membela nama pesepak bola yang sama-sama dari indonesia.

Nyawa bukanlah sebuah uang yang mungkin dapat di cari dengan berbagai hal, tapi nyawa manusia mereka anggap seperti menemukan ayam yang akan di makan rame-rame. Pantaskah orang seperti mereka hidup?
Mirisnya genereasi indonesia,,, yang tidak pernah akur dan rukun pada saudara-saudara sendiri satu tanah air, tapi tingkahnya sudah seperti penjajah sembunyi dibalik wajah.

Persib maupun persija semua itu orang indonesia sama saja, menang ataupun kalah itu sama saja, itukan orang indonesia bukan orang di luar negeri kita. Mendukung boleh tapi jangan membuat sampah di negeri ini. Andai saja di negeri ini memiliki UUD tentang pembunuhan harus di bayar dengan nyawa agar indonesia lebih memiliki keadilan bagi seluruh rakyat indonesia.



Pesepak bola di indonesia tidak akan maju kalo suporternya cuma buat masalah, nanti kalo suporternya tiba-tiba di kroyok di luar negeri minta tolong sama siapa? yang ada cuma bikin repot negara, padahal ulah kekanak-kanakan suporter indonesia yang belum bisa menjadi suportif, bahkan mungkin memang tidak mengenal suportif.

Saya cuma ingin berharap besar untuk tidak ada lagi pertandingan the jak dan viking lagi, lebih senangnya pertandingan U18 yang selalu damai sentosa tidak ada lagi korban kekerasan cuma gara-gara nama pembawa isal tersebut (the jak- viking).

Penjajah didalam penjajah, itu tidak akan pernah berakhir di negeri ini, karena kerasnya kepala pada manusia di generasi sekarang lebih keras dari pada batu. Semakin mereka bisa bertindak menghilangkan nyawa didepan teman-temannya ataupun membela apa yang mereka banggakan, mereka akan merasa bahwa ia hebat, masalah penjara nomer 2, kapok atau tidak kapok setelah keluar kemungkinan akan berubah cuma 20%.

Untuk mencuci otak-otak seperti generasi sekarang lebih baiknya ada UUD nyawa di bayar nyawa. Pasti di indonesia yang namanya pembunuhan akan berkurang 100%. Karena nyawa tidak diperjual belikan, nyawa bukan bahan tebusan, jaman sekarang satu tahun saja sudah terasa satu bulan kalo cuma membunuh dan di bayar penjara 5 tahun saya yakin orang tidak akan kapok untuk berbuat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Persib Persija Berduka ataus meninggalnya suporter the jak mania"

Post a Comment

Silahkan Komentar dengan baik dan sopan..